1.Tujuan :Agar bintara mahasiswa mampu mempraktekkan membuat rangkaian running LED.
2.Alat dan Bahan:
a.IC 555;
b.Resistor;
c.Livewire;
d.Capasitor;
e.LED;
f.IC 4017B; g. Variable Resistor; h. Oscilloscope
3.Pengertian-pengertian
a)IC 555 (IC Timer) dan Konfigurasi kakinya
Mengenal IC 555 (IC
Timer) dan Konfigurasi kakinya
– IC Timer atau IC Pewaktu adalah jenis IC yang digunakan untuk berbagai
Rangkaian Elektronika yang memerlukan fungsi Pewaktu dan multivibrator
didalamnya. Beberapa rangkaian yang memerlukan IC Timer diantaranya seperti
Waveform Generator, Frequency Meter, Jam Digital, Counter dan lain sebagainya.
IC Timer atau IC Pewaktu yang paling populer saat ini adalah IC 555 yang
dikembangkan oleh Hans R. Camenzind yang bekerja untuk Signetic Corporation
pada tahun 1970-an. Pada dasarnya, IC Timer 555 merupakan IC Monolitik pewaktu
yang menghasilkan Osilasi (Oscilation) dan Waktu Penundaan (Delay Time) dengan
keakuratan dan kestabilan tinggi.
IC Timer 555 yang umum digunakan adalah IC Timer 555 yang berbentuk DIP (Dual
Inline Package) dengan 8 kaki terminalnya. Namun seiring dengan
perkembangannya, saat ini kita dapat menemui beberapa versi IC 555, diantaranya
seperti IC 556 yang menggabungkan 2 buah IC 555 dalam satu kemasan (14 kaki),
IC 558 yang menggabungkan 4 buah IC555 dalam satu kemasan (16 kaki) serta IC555
yang mengkonsumsi daya rendah seperti 7555 dan TLC555. Harga sebuah IC 555 yang
berbentuk DIP 8 kaki cukup murah, yaitu sekitar Rp. 2.000 hingga Rp. 5.000
tergantung merek dan tipenya. Nama IC 555 diambil dari 3
buah resistor yang terdapat dalam kemasan IC dengan nilai masing-masingnya 5kΩ.
Susunan
dan Konfigurasi Kaki IC 555
Berikut ini adalah susunan
dan konfigurasi Kaki IC 555 yang berbentuk DIP 8 kaki.
Kaki 1 (GND) : Terminal Ground atau Terminal Negatif
sumber tegangan DC.
Kaki 2 (TRIG) : Terminal Trigger (Pemicu), digunakan
untuk memicu Output menjadi “High”, kondisi High akan terjadi apabila
level tegangan pada kaki Trigger ini berubah dari High menuju ke
<1/3Vcc (Lebih kecil dari 1/3Vcc).
Kaki 3 (OUT) : Terminal Output (Keluaran) yang memiliki
2 keadaan yaitu “Tinggi/HIgh” dan “Rendah/Low”.
Kaki 4 (RESET) : Terminal Reset. Apabila kaki 4
digroundkan, Output IC akan menjadi rendah dan menyebabkan perangkat ini
menjadi OFF. Oleh karena itu, untuk memastikan IC dalam kondisi ON, Kaki 4
biasanya diberikan sinyal “High”.
Kaki 5 (CONT) : Terminal Control Voltage (Pengatur
Tegangan), memberikan akses terhadap pembagi tegangan internal. Secara
default, tegangan yang ditentukan adalah 2/3 Vcc.
Kaki 6 (THRES) : Terminal Threshold, digunakan untuk
membuat Output menjadi “Low”. Kondisi “Low” pada Output ini akan terjadi
apabila Kaki 6 atau Kaki Threshold ini berubah dari Low menuju > 1/3Vcc
(lebih besar dari 1/3Vcc).
Kaki 7 (DISCH) : Terminal Discharge. Pada saat Output
“Low”, Impedansi kaki 7 adalah “Low”. Sedangkan pada saat Output “High”,
Impedansi kaki 7 adalah “High”.
Kaki Discharge ini biasanya dihubungkan dengan Kapasitor yang berfungsi
sebagai penentu interval pewaktuan. Kapasitor akan mengisi dan membuang
muatan seiring dengan impedansi pada kaki 7. Waktu pembuangan muatan
inilah yang menentukan Interval Pewaktuan dari IC555.
Kaki 8 (Vcc) : Terminal Positif sumber
tegangan DC (sekitar 4,5V atau 16V).
Pengertian Resistor, Jenis-jenis Resistor, dan Fungsi
Resistor
Resistor
adalah komponen elektronika yang banyak kita lihat pada komponen elektronik. umumnya,
komponen elektronika pasif ini bisa kita lihat dan kita jumpai pada mesin
elektronik seperti televisi, radio, dan masih banyak lagi yang lainnya.
resistor tersebut tersusun dari beberapa gelang warna yang menjadi
hitungan representasi sebuah nilai hambatan atau resistensi.
Fungsi dari nilai hambatan
ini Tentunya ialah untuk membatasi serta mengatur besaran arus listrik
yang ada pada rangkaian elektronika tersebut. di dalam bahasa Indonesia,
resistor yang notabennya disebut sebagai tahanan atau hambatan. hal ini
bisa dilambangkan menggunakan huruf "R"dengan satuan hambatan
OHM.
Mungkin salah satu dari
kalian sudah pernah mengenal namanya resistor pada pelajaran sekolah
khususnya SMK jurusan elektronik, kita akan menemukan materi yang berisi pengertian
resistor, fungsi dari resistor, jenis dari resistor, serta kode warna
dari resistor tersebut. selain itu kita juga harus mampu untuk merangkai
sebuah rangkaian elektronik dengan hambatan-hambatan tertentu. untuk
menentukan sebuah nilai hambatan Hal inilah kita harus menggunakan
resistor.
Resistor bisa juga diartikan
sebagai hardware komponen elektronika pasif pada sebuah rangkaian
elektronik dan juga mempunyai nilai hambatan resistensi tertentu. nilai
hambatan ini berfungsi sebagai pembatas dan bisa mengatur arus listrik
yang melewati. resistor bisa kita Deskripsikan dan juga memiliki bentuk
bulat panjang dan mempunyai beberapa gelang warna. setiap warna pada
resistor mempunyai nilai sendiri sendiri dan bisa dihitung menggunakan
rumus rumus tertentu. Komposisi dari resistor
tersebut terbuat dari isolator, sehingga resistor mampu menghambat arus listrik
yang melewati nya. resistor juga bekerja berdasarkan atas hukum OHM yang
mempunyai arti nilai resistansi atau hambatan akan berbanding lurus
dengan aliran arus listrik pada sebuah rangkaian elektronik.
Jenis-jenis dari
resistor
Pada awal ditemukannya
resistor, resistor sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu resistor tetap
(resistor yang mempunyai resistansi tetap dan tidak mungkin berubah
ubah). dan resistor tidak tetap (resistor yang mempunyai resistensi yang
dapat diubah ubah). namun seiring perkembangan zaman resistor berkembang
dan kini ada resistor thermal serta light dependent resistor (LDR).
Resistor tetap
Resistor tetap atau yang
banyak kita sebut fixed resistor adalah sebutan resistor yang memiliki
nilai hambatan tetap dan tidak dapat diubah ubah selamanya. resistor
tetap itu sendiri bisa dibagi menjadi tiga macam berdasarkan bahan
pembuatannya seperti karbon, film Karbon dan film logam.
Resistor tidak tetap
(variabel)
Resistor variabel adalah
jenis resistor yang mempunyai nilai nilai hambatan atau resistansi yang
sesuka hati diubah-ubah nilainya. terdapat beberapa jenis resistor tidak
tetap yaitu: rheostat, potensiometer, trimpot atau yang disebut sebagai
preset resistor. sangat umum sekali nilai resistor pada perangkat
perangkat tersebut bisa diubah dan diatur sesuai kebutuhan.
Resistor thermal
(thermistor)
Jenis resistor yang satu ini
pada dasarnya adalah termasuk ke dalam resistor tidak tetap. karena Hal
ini disebabkan nilai hambatan resistor bisa diubah-ubah. namun perubahan
resistansi pada resistor thermal ini juga dipengaruhi oleh suhu
temperatur. jenis resistor thermal sendiri bisa dibagi dan
diklasifikasikan dua macam yakni negatif temperatur dan positif
temperatur.
Light dependent
resistor
Hampir sama seperti resistor
thermal, light dependent resistor ini juga salah satu resistor tidak
tetap yang bisa berubah-rubah nilainya atau resistansinya. yang bisa merubah
nilai resistansi pada jenis resistor ini adalah intensitas cahaya.
Contohnya penggunaan resistor light dependent resistor dapat kita temukan
pada penerangan lampu Jalan otomatis.
Fungsi resistor
Sama seperti komponen
elektronik pada umumnya, resistor Ikut andil dan mempunyai fungsi sendiri
dalam sebuah rangkaian elektronika. secara umum fungsi resistor yaitu
untuk memberikan hambatan atau resistansi dengan nilai-nilai tertentu
Dalam suatu rangkaian elektronik. jika kita jabarkan secara terperinci
fungsi resistor tersebut adalah: . Sebagai komponen pembatas
aliran arus listrik. . Sebagai Komponen yang dapat
mengatur arus listrik. . Resistor juga berfungsi
untuk membagi tegangan listrik yang melewati nya. . Berfungsi untuk menurunkan
tegangan listrik yang tinggi. Demikianlah materi
tentang elektronik yang membahas tentang pengertian resistor,
fungsi dari resistor, dan jenis-jenis resistor yang bisa saya sampaikan
dalam artikel kali ini. sebenernya penggunaan resistor bisa dengan
mudah kita temukan Dan Hampir semua perangkat elektronik untuk membatasi
arus listrik yang masuk.
MEMBUAT LAMPU BERJALAN MENGGUNAKAN IC 4017
Komponen utama yang digunakan
untuk membuat lampu berjalan adalah sebuah ic 4017 sebagai desimal dan ic 555
sebagai sumber detak atau clock Ic 4017 mempunyai 10 buah
output keluaran yang bisa disambungkan ke beban lampu Saat diberi clock maka output
pin ic 4017 akan bergeser logika dari Q0 ke Q9 secara berurutan data pin ic 4017.
Sebelum membuat lampu
berjalan menggunakan ic 4017 sobat mengetahui terlebih dahulu fungsi tiap pin
dari IC 4017. Adapun fungsi dari tiap pin
tersebut adalah sebagai berikut;
Pin1 Berfungsi
sebagai output/keluaran 5
Pin 2 Output
keluaran urutan 1
Pin 3 Output
keluaran 0
Pin 4 Output
keluaran 2
Pin 5 Output
keluaran 6
Pin 6 Output
Keluaran 7
Pin 8 Sebagai
ground atau tegangan negatif
Pin 9 Output
keluaran 8
Pin 10 Output
keluaran 4
Pin 11 Output
keluaran 9
Pin 12 Carry
Out. Fungsi dari carry out adalah untuk menambahkan jumlah output
pada IC selanjutnya. Hal ini difungsikan jika kita ingin menambah jumlah
output lebih dari 10 output. Caranya adalah dengan menghubungkan pin
Carry Out dihubungkan ke pin reset ic 4017 selanjutnya
Pin
13 Clock Enable. Sesuai dengan namanya fungsi dari Clock Enable
adalah untuk mengaktifkan jalannya clock ke IC 4017 jika diberi tegangan
negatif. Namun jika anda beri tegangan positif maka clcok yang
dijalankan akan dijeda
Pin
14 Clock Input. Fungsinya sebagai masukan clock dan biasanya
clcok dibuat menggunakan IC NE 555
Pin 15 Reset.
Seperti namanya fungsi reset sendiri adalah untuk mereset atau
mengatur ulang kerja dari IC 4017 ini sehingga pergeseran logika pada
output IC 4017 ini akan dimulai lagi dari output 0
Pin 16 VCC.
Pin Vcc berfungsi Sebagai masukan tegangan Positif. IC 4017 16 akan
bekerja jika diberi masukan tegangan antara +3 Volt DC
hingga +15 Volt DC.Gambar Rangkaian.
Buat table data
hasil percobaan;
No.
VR
Pulsa
VOLTMETER(V)
LED
Cepat/Lama
WAKTU
1.
1 ohm
8/s
9 V
HIDUP
Cepat
0,1s
2.
4K ohm
4/s
9 V
HIDUP
HIDUP
0,3s
3.
7K ohm
2,5/s
9 V
HIDUP
HIDUP
0,45s
4.
10K ohm
2/s
9 V
HIDUP
HIDUP
0,59s
5. Buat Analisa dari data hasil Percobaan.
Dari data diatas bisa di analisa
bahwa waktu lama delay dari LED dan BUZZER pada rangkaian diatas
menyesuaikandengan bagaimana kondisi
dari potensio yang ada pada rangkaian diatas. Jika potensio diatur semakin kecil
maka delay daripada LED & BUZZER akan semakin cepat dansebaliknya.
6. Buat
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa data hasil
percobaan yang di hitung secara manual dengan rumus dan data hasil percobaann
yang di hitung pada aplikasi Livewire lebih tepat daripada perhitungan manual.
Juga dapat disimpulkan bahwa pada
rangkaian ASTABIL MULTIVIBRATOR tersebut bahwa :
i.Semakin kecil pengaturan pada potensio
makan semakin cepat delay menyala dan suara daripada LED dan BUZZER diatas.
ii.Semakin besar pengaturan pada potensio
makan semakin lambat(lama) delay menyala
dan suara daripada LED dan BUZZER diatas.
iii.Setelah kami melaksanakan percobaan diatas
untuk arus yang mengalir pada rangkaian tersebut tidak berubah yaitu 7,96 V
walaupun potensio dikecil atau dibesarkan.
Setelah kami buktikan pada aplikasi Livewire
tersebut.
Demikian yang dapat kami analisa dan
simpulkan dari Percobaan 4 Rangkaian Seri dan Paralel. Atas kurang lebihnya
kami mohon maaf. Demikian,Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar